Rabu, 09 Desember 2015

DEGRADASI MORAL REMAJA MASA KINI

 
    Remaja dan Masa Depan Islam
  
Di zaman sekarang, pola hidup pemuda muslim sudah sangat memperhatikan. Berapa banyak pemuda muslim yang mengunjungi masjid guna menunaikan shalat fardu dan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya? Berapa banyak pemudi muslim yang mengkaji dan menghafalkan kitabullah? Berapa banyak pemudi muslim yang mengkaji ilmu agama? Mereka lebih senang mengahabiskan waktu luang mereka dengan mengunjungi tempat-tempat liburan seperti Game Center, Rental Ps atau warkop.

 

Padahal jika dilihat dari sisi ekonomi, pergi ke tempat seperti itu mengeluarkan biaya dan tidak bermanfaat sedikitpun, bahkan malah membawa bencana. Sedangkan untuk pergi ke masjid, kita tidak usah mengeluarkan uang sepeserpun. Di tambah lagi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masjid bermanfaat, dan berpahala.


Bahkan yang lebih parah mereka mengaku islam sementara cara wudhu saja masih salah, belum lagi kalau ditanya
mengenai sirah Nabinya, para sahabatnya, padahal saat sekolah sudah diajarkan aqidah dan pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, coba mereka kita Tanya “siapa sih Abu Bakar itu ?”, siapa yang di juluki Zunnurain? .



Bahkan banyak remaja sekarang tiap pergantian tahun baru selalu mereka merayakan, bersukaria, meniup terompet, berkumpul-kumpul, lomba balapan liar yang mengganggu ketentraman masyarakat. Tahun baru yang nyata-nyata merayakan itu bukanlah tahun Islam, baik dari historis maupun pandangan umum, tapi coba lihat waktu tanggal 1 Muharram tahun Hijriyah apakah ada yang peduli terhadap tahun yang memiliki sejarah bagi orang yang beriman yang sangat berarti sekaligus sebuah sejarah perjuangan Nabi yang bukan hanya untuk diperingati namun juga sebagai sebuah ibrah yang harus kita amalkan pada setiap individu masing-masing maupun seluruhnya.



Coba Tanya pada pemuda-pemuda yang mengaku Islam yang mondar-mondar di jalanan, coba suruh menyebutkan 12 bulan dalam tahun masehi, lalu coba suruh menyebutkan 12 bulan pula pada tahun Hijriyah!! Bagaimana tidak? Tahun Masehi (nasrani) mereka hafal, namun tahun hijriyah tahun agamanya sendiri tidak tahu. Jika bulan Hijriyah saja tidak hafal, lalu bagaimana sejarahnya?



Di zaman yang serba  modern ini, anak-anak semakin lupa terhadap apa yang harus dilakukan sebagai penerus bangsa, kewajiban sebagai seorang murid untuk belajar, patuh kepada guru terlebih lagi kepada kedua orang tua kurang diperhatikan. Pemuda-pemuda di zaman sekarang lebih mendahulukan berhura-hura daripada menjalankan kewajiban. Mereka tidak lagi mempertimbangkan apa yang akan terjadi setelah apa yang mereka lakukan. Padahal selain merugikan diri mereka sendiri juga dapat merugikan bangsa tempat dimana mereka tinggali.



Hal inilah paling ditakuti, dimana moral bangsa terabaikan. Banyak orang tua kurang memperhatikan kehidupan buah hatinya. Mereka cenderung memenuhi kebutuhan fisik saja, sedangkan rohani mereka terabaikan. Para orang tua sering sibuk dengan profesi mereka masing-masing. Sementara sang anak dipercayakan kepada orang yang kurang berwanang terhadap dirinya. Dan inilah yang menyebabkan sang anak hidup dengan jalan mereka sendiri tanpa arah.



Mereka tidak menyadari yang mereka lakukan adalah awal dari mulai hancurnya bangsa ini. Yang mereka tahu hanyalah mencari kesenangan untuk menghibur hati dengan tidak mempedulikan halal haramnya. Sedangkan orang tua mereka tidak mengetahui sama sekali jika kebanyakan orang tua demikian, maka nasib bangsa menjadi taruhannya. Jika moral bangsa telah tercemar 
maka tiadalah damai untuk ditempati sebagai sarana kelangsungan hidup warganya.


Remaja dan Pendidikan Karakter

Menurut lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral felling), dan prilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen tentang kebaikan,keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan.



Pergaulan bebas merupakan suatu keprihatinan yang sangat mendalam bagi suatu bangsa, dimana tulang punggung bangsa rapuh karena termakan oleh hancurnya moral. Sedangkan Moral adalah cerminan hidup bagi penegak bangsa. Pemuda adalah harapan bangsa, di pundak merekalah masa depan bangsa dipertaruhkan. Jika pemudanya hancur, maka hancurlah bangsa tersebut.



Nilai-nilai pendidikan karakter dapat ditanamkan pada anak remaja melalui kebiasaan-kebiasaan yaitu; Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli lingkungan, Peduli social, danTanggung Jawab.



Memang menjadi salah satu tugas kita juga untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa pemuda muslim yang diharapkan agama, bangsa dan negara adalah pemuda yang benar-benar ta’at pada Allah, yang Islamnya kaffah (menyeluruh), tidak setengah-setengah. Karena bisa jadi, pandagan masyarakat (yang diawal telah disebutkan), terhadap para pemuda muslim yang kaaffah-lah yang sebenarnya umat butuhkan. Misalnya berdua-duan antara laki-laki dan perempuan di suatu tempat yang sepi 
adalah pangkal bencana dan sumber kesengsaraan. Selain itu, tindakan tersebut dapat menjadi bahan hidup yang memunculkan kesamaran dan memunculkan gosip.



Banyak dalil-dalil baik dari Al-Quran maupun hadits yang melarang perbuatan pergaulan bebas (zina). Bahkan sebagainya disertai celaan yang hina bagi pelakunya dan hukuman yang ngeri baik di dunia maupun di akhirat.


Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang kejji dan suatu jalan yang buruk”.(Q.S Al  Isra: 32).


Era globalisasi telah membuat kehidupan mengalami perubahan yang siknifikan, bahkan terjadi degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung kepada pola-pola perilaku menyimpang



Hal ini sebagai dampak pengadobsian budaya luar secara berlebihan dan tak terkendali oleh sebagian remaja kita. Persepsi budaya luar ditelan mentah-mentah tanpa mengenal lebih jauh nilai-nilai budaya luar secara arief dan bertanggung jawab. Tak dimungkiri pula, kehadiran teknologi yang serba digital dewasa ini banyak menjebak remaja kita untuk mengikuti perubahan ini.


Sering kali dianggap sebagai simbol kemajuan dan mendapat dukungan berarti di kalangan remaja. Kemajuan informasi dan teknologi telah membawa ke arah perubahan konsep hidup dan perilaku sosial. Pengenalan dan penerimaan informasi dan tekbologi tumbuh pesat bahkan menjadi kebutuhan hidup.



Remaja Tanggung  Jawab Bersama
 

Kejengkelan demi kejengkelan masyarakat akhir-akhir ini semakin memuncak 
terhadap tingkah laku remaja kita, yang semakin nekad dan berani. Kenakalan remaja seakan tak dapat dikontrol.


Ada beberapa faktor yang menyebakan terjadinya prilaku tersebut, antara lain;



1.Penyimpangan Sosial
 

Menurut James W Van der Zanden, penyimpngan sosial merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai suatu hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Penyimpangan sosial umumnya disebabkan oleh proses sosialisasi yang kurang sempurna. Retaknya sebuah rumah tangga menjadikan seorang anak tidak mengenal disiplin dan sopan santun. Hal ini disebabkan karena orang tua sebagai agen sosialisasi tidak melakukan peran yang semestinya (Bersambung)






  






Jumat, 27 November 2015

PUT Unismuh Kerjasama MUI SULSEL

 Pendidikan Ulama Tarjih Unismuh telah berhasil mencetak ulama muda untuk tahun ini. Mereka kemudian akan diikutkan program pendidikan Kuliyatul Muballighin, program ini bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel.

Sekretaris PUT Unismuh, Drs. HM. Husni Yunus, M.Pd, menyampaikan, program tersebut membuka peluang mencetak Muballigh yang profesional. Lama belajar selama satu semester dalam bentuk pendidikan non formal. "Materi yang dipelajari menyangkut tafsir, hadits, fikih, tauhid serta sejumlah ilmu pendukung sebagai sosok mublligh" katanya, jumat, 20 November.

Dia mengaku telah bersilaturahmi dengan Sekretaris Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. KH. Muh. Ghalib, MA di kampus Unismuh Makassar, kamis lalu. Prof. Ghalib juga program yang dicanangkan PUT Unismuh.

Bahkan, Prof . Ghalib mengaku bersyukur karena memiliki kepedulian untuk membangun umat Islam yang saat ini sangat sulit sekali mendapatkan muballigh. Terutama yang mampu menguasai kitab gundul/kitab kuning dari kitab aslinya yakni Al-Qur’an dan Hadits serta kitab tulisan para ulama dan Imam besar umat Islam. Antara lain, Imam Al-Ghazali, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan sejumlah buku kitab-kitab bahasa arab klasik lainnya.

“Dengan program ini nantinya akan melahirkan muballigh yang mampu membina umat. Materi dakwahnya tidak hanya sekedar materi yang lucu-lucu saja, tetapi materi dakwah yang mampu untuk memberikan pencerahan dan peningkatan kualitas keagamaan bagi umat Islam,” katanya.

Program dilaksanakan mulai awal Desember 2015. Tiga bulan untuk teori dan tiga bulan untuk praktik di lapangan. Program ini juga membuka peluang bagi siapa saja yang berminat untuk dibina menjadi muballigh dengan tenaga pengajar dari dosen Pendidikan Ulama Tarjih Unismuh Makassar dan Majelis Ulama Indonesia Sulsel, serta para pakar di bidang dakwah.

Sumber : Koran FAJAR (Sabtu, 21 November 2015)

Muhammadiyah Cetak 15 Ulama Tarjih

Pendidikan Ulama Tarjih (PUT) Universitas Muhammadiyah Makassar meluluskan 15 calon ulama Muhammadiyah. Calon ulama ini lulus ujian kitab gundul, tafsir, hadits, fikih dan ketarjihan di hadapan ulama besar dan pimpinan pondok pesantren.

Adapun ulama yang tampil sebagai penguji antara lain Dr. KH. Andi Abdul Hamzah, Lc, MA, Dr. Abbas Baco Mero, MA, KH. Jalaluddin Sanusi, dan KH. Jayatun. Acara yusidium lulusan di lakukan di Kampus Rusunawa C Unismuh Makassar, JLN. Talasalapang, Senin (9/11).

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Drs. KH. Mawardi Pewangi meyusidium 15 alumni pertama PUT.

Dekan Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar mengatakan pendidikan ulama Tarjih untuk memperjuangkan materi dan pemikiran ulama untuk keberlangsungan ulama Muhammadiyah

Sumber : Tribun Timur (11 November 2015)

Kamis, 26 November 2015

Orang Yang Paling Bersyukur Kepada Allah

Dr. Andi Abdul Hamzah, Lc. MA
Masjid At-Tajdid, Dr. Andi Hamzah, Lc dalam kajian islam akhir pekan, sabtu(07/11) mengatakan, mengutip dari Ulama ibnu al-hasan ibnu abddurrhahim, Bahwa ” Orang yang paling  bersyukur kepada Allah Swt, atas segala nikmat yang di curahkan kepadanya yaitu Orang yang paling bersih dari dosa dan menganggap dirinya selalu berdosa, demikian terjadi karena orang yang menggap dirinya selalu berdosa akan selalu memiliki motivasi untuk senantiasa beristiqfar.

Kemudian selanjutnya, orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah orang yang rajin melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, setelah ia melaksanakan ibadah-ibadah wajib, mengapa demikian? karena menganggap dirinya selama ini teledor dalam ibadah wajib atau belum maksimal sehingga ia maksimalkan ibadah-ibadah sunnahnya, ibadah-ibadah sunnah seperti shalat sunnah dua harakat, shalat tahajjud, shalat duha, sedekah, puasa senin kamis dan lain-lain.

Dan terakhir orang yang paling bersyukur kepada Allah Swt adalah orang yang merasa cukup atas pemberian Allah meskipun sedikit, jadi apapun yang Allah berikan kepadanya ia selalu merasa cukup dan dia ridho atas pemberian Allah Swt, yang mana Ridho adalah menerima dengan lapang dada, menerima dengan senang hati apapun yang Allah Swt  berikan kepadanya.